Dipandu Rektor UBN Menyelam, Profesor Malaysia Terpukau Keindahan Bawah Laut Banda
- By: admin
- Category: Berita Terkini
Keindahan bawah laut Kepulauan Banda memikat Prof. Madya Dr. Najib Abdullah, Ph.D., akademisi Universiti Sains Islam Malaysia (USIM). Ia terpukau oleh keragaman terumbu karang, biota laut, dan kejernihan air di perairan kepulauan tersebut.
Kekaguman itu dirasakan Najib saat menyelam bersama Rektor Universitas Banda Naira (UBN), Budiono Senen, M.Si., di sejumlah titik penyelaman di Kepulauan Banda, Maluku.
Dalam kegiatan tersebut, Najib juga menyaksikan upaya restorasi terumbu karang berbasis larva yang melibatkan mahasiswa UBN dari Fakultas Perikanan dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Rektor UBN Budiono Senen mengatakan, penyelaman itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional yang melibatkan sejumlah perguruan tinggi dari Indonesia dan Malaysia.
Najib merupakan salah satu narasumber dalam seminar PKM Internasional yang diselenggarakan melalui kolaborasi UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon, USIM, UIN Alauddin Makassar, Politeknik Pariwisata Makassar, dan UBN. Kegiatan tersebut berlangsung di Banda Naira, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Setelah seminar dan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), Najib bersama rombongan melanjutkan kegiatan dengan menyelam di tiga lokasi. Penyelaman dipandu langsung oleh Budiono yang juga merupakan dive master.
“Prof. Najib mengaku terpukau dengan keindahan bawah laut Banda. Bahkan, ia menilainya lebih indah dibandingkan sejumlah lokasi penyelaman yang pernah dikunjunginya,” kata Budiono kepada NetMaluku, Senin, 2 November 2026.
Dekan Fakultas Perikanan UBN, Jeni Abdidi, M.Si., mengatakan Najib juga mengapresiasi keragaman ekosistem bawah laut Banda. Menurut dia, profesor asal Malaysia itu menyoroti keindahan terumbu karang, keberadaan sea fan, belut laut (eel), serta melimpahnya ikan.
Kejernihan air laut dengan jarak pandang yang relatif jauh turut menjadi daya tarik tersendiri. Namun, Najib mengingatkan pentingnya menjaga kekayaan tersebut agar keberlanjutan ekosistem laut tetap terpelihara.
Dalam penyelaman itu, rombongan mengunjungi Batu Kapal di Pulau Pisang, Karaka di Tanjung Lampu, dan Pohon Piring di Tanjung Burang, Desa Selamon.
Ketiga lokasi tersebut menawarkan karakteristik dan panorama bawah laut yang menjadi bagian dari kekayaan bahari Kepulauan Banda.
Kunjungan para akademisi dari Malaysia dan sejumlah perguruan tinggi Indonesia itu sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat langsung potensi wisata bahari Banda.
Keindahan bawah laut Banda yang mendapat apresiasi akademisi internasional menjadi pengingat bahwa potensi bahari kawasan itu perlu diimbangi dengan upaya perlindungan ekosistem secara berkelanjutan.
Penulis: Kasman Renyaan




