UBN Jalani Asesmen Lapangan Akreditasi Perguruan Tinggi secara Daring
- By: admin
- Category: Berita Terkini
Universitas Banda Naira (UBN) menjalani asesmen lapangan akreditasi perguruan tinggi secara daring pada Senin (19/10/2026). Kegiatan ini melibatkan pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, perwakilan mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan.
Tim asesor terdiri atas Prof. Dr. Titin Siswantining, D.E.A., dosen Departemen Matematika, FMIPA Universitas Indonesia, selaku koordinator; Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd., dosen Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret; serta Prof. Dr. Ir. Fredinan Yulianda, M.Sc., Guru Besar Ilmu Manajemen Sumber Daya Perairan di IPB University.
Pembukaan kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya melalui pemutaran video dalam pertemuan Zoom. Agenda dilanjutkan dengan sambutan Rektor UBN Budiono Senen, sambutan koordinator asesor, dan penandatanganan dokumen asesmen lapangan.
Dalam sambutannya, Budiono mengatakan asesmen tersebut menjadi kesempatan bagi UBN untuk mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan sekaligus memperbaiki tata kelola universitas. Ia menegaskan komitmen UBN untuk menyediakan pendidikan tinggi bermutu bagi masyarakat Banda, Maluku, dan Indonesia.
“UBN hadir untuk memastikan anak-anak Banda, Maluku, dan Indonesia mendapatkan pendidikan dengan standar terbaik. Seluruh dokumen dan standar yang diperlukan telah kami siapkan. Kami terbuka terhadap saran dan kritik untuk perbaikan universitas,” kata Budiono.
Ia meminta seluruh sivitas akademika mendukung proses asesmen dengan menyediakan data dan dokumen secara lengkap sesuai kebutuhan tim asesor. Masukan yang diperoleh diharapkan menjadi dasar perbaikan mutu pendidikan dan penguatan tata kelola universitas.
Koordinator asesor, Prof. Dr. Titin Siswantining, D.E.A., mengatakan tim asesor perlu melihat kondisi universitas secara menyeluruh untuk memperoleh gambaran yang sesuai dengan keadaan sebenarnya.
“Kami mohon izin untuk memasuki dapur, melihat lebih dalam rumah UBN. Kami berharap diberikan akses untuk memeriksa berbagai aspek di universitas,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Fredinan Yulianda, M.Sc., menjelaskan bahwa asesmen meliputi verifikasi, validasi, observasi, dan wawancara. Ia meminta pihak universitas memfasilitasi kebutuhan tim asesor, terutama dalam penyediaan dokumen pendukung.
Menurut Fredinan, keterbukaan menjadi bagian penting dalam proses penilaian. Dokumen yang tersedia perlu disampaikan, sedangkan hal-hal yang belum terpenuhi harus dijelaskan sesuai kondisi sebenarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa jadwal kegiatan dapat disesuaikan. Wawancara dengan sejumlah pihak dapat berlangsung secara paralel agar penggunaan waktu lebih efektif tanpa mengurangi substansi penilaian.
Asesor lainnya, Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd., mengingatkan pentingnya pengelolaan waktu selama asesmen. Perbedaan waktu antara lokasi asesor dan Banda, menurut dia, perlu menjadi pertimbangan dalam mengatur agenda kegiatan.
Sarwiji meminta UBN menyiapkan ruang terpisah atau breakout room pada Zoom agar wawancara dengan berbagai unsur perguruan tinggi dapat dilakukan secara bersamaan. Agar proses pengumpulan informasi dan pemeriksaan dokumen diharapkan berlangsung lebih efektif.
Asesmen lapangan ini menjadi bagian dari evaluasi terhadap penyelenggaraan pendidikan tinggi di UBN. Hasilnya diharapkan memberikan gambaran mengenai pemenuhan standar mutu sekaligus menjadi bahan perbaikan berkelanjutan dalam bidang akademik dan tata kelola universitas. (K.R).




